Share:
Corporate News
Era Education 5.0, Telkom Dorong Kampus Wujudkan Digitalisasi Smart Campus
17 November 2022
Share:

Yogyakarta – Salah satu upaya pemerintah untuk menyukseskan visi Indonesia Emas 2045 dimana Indonesia ditargetkan menjadi negara maju yang sejajar dengan negara adidaya, adalah menyiapkan generasi muda emas yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, produktif, dan inovatif. Di tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu 70% dari jumlah penduduk Indonesia dalam usia produktif (usia 15-64 tahun), dan sisanya merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun). Oleh karenanya, pendidikan menjadi salah satu faktor penting yang akan membawa masa depan bangsa kita.

Era education 5.0 berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan juga people dalam institusi pendidikan. Untuk menghadapi perubahan tersebut, sektor pendidikan perlu beradaptasi dan menerapkan berbagai inovasi teknologi digital seperti Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, serta infrastruktur jaringan yang mumpuni dan terintegrasi.

Melalui serangkaian acara Business Insight for Education Industry yang digelar oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bertemakan “Higher Education Megashift in The Midst of Digital Disruption” pada hari Kamis tanggal 17 November 2022, Telkom berupaya untuk mendukung kemajuan sektor pendidikan tinggi untuk menjadikan teknologi digital dan ICT sebagai pondasi dalam arsitektur bisnis dan core framework yang berperan mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan akurasi proses akademik perguruan tinggi, menciptakan karya inovatif, serta mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dengan menghadirkan para pembicara yang sangat kompeten di bidangnya, Telkom juga ingin memberikan insight mengenai kebijakan pemerintah, roadmap, trend, dan awareness seputar digital transformation kepada seluruh institusi Pendidikan tinggi khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pandemi telah mengubah pola pembelajaran dan mengakselerasi transformasi di sektor pendidikan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memajukan dunia pendidikan guna mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkap Executive Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Teuku Muda Nanta dalam opening remarks-nya.

Nanta menambahkan bahwa untuk menunjang hal tersebut, dibutuhkan aspek SDM yakni people yang siap dan unggul untuk bisa berkontribusi di dunia industri. “Telkom siap dan terus berupaya mendorong sektor pendidikan untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga dapat menghasilkan generasi emas yang berkualitas,” tambah Nanta.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala LLDIKTI V Yogyakarta Prof. Aris Junaidi, Ph. D juga menyampaikan arah kebijakan dan strategi DIKTI sebagai pondasi bagi perguruan tinggi dalam memahami roadmap digitalisasi pendidikan di Indonesia. “Salah satu kebijakan dan strategi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek yaitu penguatan dan penggunaan teknologi untuk pendidikan mulai dari penguatan sistem perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi yang seamless berbasis data dan informasi, hingga terwujudnya akselerasi perguruan tinggi kelas dunia. Hal ini tentunya perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi digital yang tidak hanya berperan dalam pengadaan tetapi juga komitmen dalam mendorong secara penuh sektor pendidikan menghadapi perubahan revolusi era education 5.0,” ungkap Prof. Aris.

CEO Marketeers – Council MarkPlus Inc. Iwan Setiawan dalam sharing session-nya menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 3 (tiga) pola shifting menuju era education 5.0 yang menjadi perhatian sektor pendidikan saat ini. Pertama, talent market focus dimana terjadi shifting dari fokus akademik kepada kesuksesan karir mahasiswa, Kedua, terjadi shifting dari system pembelajaran tradisional ke arah learning experience yang lebih flexible dengan memanfaatkan ruang digital yang dapat mempermudah interaksi mahasiswa dalam proses belajar. Ketiga, one-to-one learning dimana adanya shifting kearah system personalized learning.

Shifting atau perubahan sistem pembelajaran di perguruan tinggi, menjadikan institusi pendidikan di Indonesia berhasil mendongkrak akselerasi institusi menjadi World Class University. Head of Education Ecosystem PT Telkom Indonesia Dr (Cand) Sri Safitri, ST, M.Eng menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 16 dari 4548 Universitas di Indonesia yang masuk ke dalam Top QS World University Ranking 2023. Ini tentunya semakin memperjelas peran e-learning dalam era megashift education 5.0 di sektor pendidikan. “Alasan utama mengapa e-learning berkembang sangat pesat adalah digitalisasi. Pesatnya pertumbuhan konektivitas digital, informasi, dan perangkat digital telah memberikan momentum yang dibutuhkan e-learning untuk tetap bertahan di era saat ini. Selain itu, efektivitas biaya dan fleksibilitas e-learning yang sangat melekat juga turut mendorong pertumbuhan pasar,” tambah Sri Safitri.

Pada agenda ini, ditampilkan juga beberapa showcase solusi TelkomGroup untuk sektor pendidikan yang meliputi solusi Smart IoT, Campus Digital Application & ICT Assessment, Omnichannel Communication, serta Cloud Services sebagai solusi digitalisasi perguruan tinggi. Ini tentunya dapat menjadi sarana untuk perguruan tinggi dalam mengakselarasi transformasi digital dalam mendukung proses pembelajaran khususnya penguatan infrastruktur IT, konektivitas jaringan melalui kolaborasi guna menciptakan generasi muda emas serta experience yang lebih baik.

Share:
Latest Updates